Rabu, 20 Januari 2010

Mencari Tahu Tentang Necrophilia


Tahukah tentang kasus anak usia 10 tahun yang ditemukan tewas termutilasi. Dikabarkan pelakunya mengidap paedofil, homoseks dan necrophilia. kedua kata pertama sudah sering terdengar oleh kita dan cukup mengerti apa artinya tapi tidak untuk yang terakhir. Bagi saya sendiri sebagai mahasiswi psikologi yang mempelajari hal-hal tersebut, baru mendengar istilah necrophilia. Rasa ingin tahu mulai muncul dan mulailah mencari tahu apa itu necrophilia. Setelah rasa penasaran terpuaskan, saya ingin berbagi ilmu dengan yang lain. Tidak ada salahnya kan?!


necrophilia adalah ketertarikan seksual terhadap mayat. Dalam bahasa Yunani, nekro berarti mayat. Kelainan ini disebut juga thanatofilia atau necrolagnia.Gangguan ini digolongkan ke dalam paraphilia (ketertarikan seksual dengan sesuatu ataupun situasi yang tidak biasa, misalnya paedofil,eksibisionis, masokis dll) dalam ilmu psikologi.

Ada 3 tipe penderita necrophilia. Pertama, necrophilic homicide, penderitanya harus membunuh terlebih dahulu untuk mendapatkan mayat dan memperoleh kepuasan seksual. Kedua, regular necrophilia, si penderita hanya menggunakan mayat yang sudah mati untuk memperoleh kesenangan seksual. Ketiga, necrophilic fantasy, si penderita berfantasi berhubungan seks dengan mayat, tetapi tidak melakukannya.


Teori tentang motif seseorang melakukan penyimpangan seks yang pertama disebabkan ia takut berhubungan dengan normal. Ia takut terjadi penolakan yang otomatis mempengaruhi psikologis dan aktivitas seksualnya. Mayat adalah objek seksual yang dianggap tidak akan dapat melawan atau menolak keinginannya dalam berhubungan seksual.


Berdasarkan riset terhadap 122 kasus yang terjadi, sebagian besar penderitanya masuk dalam golongan kedua. Separuh dari mereka bekerja di kamar mayat atau perusahaan pemakaman. Sekitar 60 persen penderita necrophilia menderita gangguan kejiwaan, bahkan 10 persen diantaranya dikategorikan sebagai "orang gila". Pekerjaan mereka memang tak jauh-jauh dari urusan mayat. Ada perawat rumah sakit, pegawai perusahaan pemakaman, petugas kamar mayat, pendeta, penggali kubur dan sebagian kecil diantaranya tentara. Tindakan asusila terhadap mayat kebanyakan terjadi sebelum dikuburkan. Tetapi ada beberapa kasus dimana mayat digali dari kuburannya.


dalam sumber lain yang meneliti 34 kasus necrophilia, alasan mereka melakukan hal tersebut diantaranya, keinginan untuk memiliki pasangan tetapi takut akan ditolak (68%), reuni dengan pasangan yang sudah meninggal (21%), memang memiliki ketertarikan seksual dengan mayat (15%), merasa nyaman atau mengatasi rasa terisolasi (15%), mencari harga diri dengan cara mengekspresikan kekuatannya melalui membunuh korban (11%).


Beberapa negara telah mengatur secara hukum penyimpangan ini, misalnya negara India, Inggris dan Amerika. Di Amerika sendiri hukuman terhadap perilaku tidak seragam, tergantung bagaimana kebijakan dari masing-masing negara bagian. Bukan hanya manusia yang melakukan hal tersebut, hewan pun ditemukan melakukannya. Apakah manusia sama dengan hewan?apakah manusia meniru perilaku hewan?sangat menyedihkan....smoga kita semua dilindungi oleh-Nya dari perilaku mengerikan seperti ini, baik sebagai pelaku maupun korban. naudzubillahimindzalik

Minggu, 03 Januari 2010

Tips Memperkuat Ingatan


Setiap orang pasti pernah merasakan lupa. Namun, jika hal ini sering terjadi tentu akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak hal-hal yang mesti diingat tanpa keinginan untuk menghapus informasi lama yang telah disimpan. Ingatan sangat penting peranannya. Bukan hanya untuk menyimpan materi-materi kuliah agar berhasil dalam ujian, melainkan juga untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Parahnya, bagi penderita Alzheimer caranya makan saja bisa lupa. Jadi, kita harus menjaga kekuatan mengingat dari sekarang. inilah beberapa tips sederhana untuk memperkuat ingatan
  1. take a mental journey : rumah adalah tempat yang setiap hari kita lihat. Kita pasti hafal letak barang-barang di dalam tiap ruangan karena seringnya kita melihat. misalnya, letak vas bunga, lukisan, telepon, meja belajar, gantungan baju dan sebagainya. dari hal-hal kecil sampai yang besar kita pasti ingat letaknya. Bagaimana caranya, yaitu dengan menghubungkan sesuatu yang perlu diingat dengan barang-barang yang ada di rumah. jika memiliki daftar barang yang harus dibelanjakan, susu, roti, dan mentega. untuk menghafalnya cukup berjalan di dalam rumah untuk mengaitkannya satu sama lain. misalnya, susu di dalam vas bunga, lukisan roti, dan meja belajar yang berwarna mentega.
  2. double your shut-eye : tidur yang cukup dapat membantu memperkuatan ingatan memang benar. akan tetapi, tidur yang nyenyak dan cukup semalam sebelum peristiwa penting tidaklah cukup membantu. penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya kita butuh dua tidur malam yang baik untuk ingatan yang terbaik. penelitian ini dijalakankan oleh sekolah kedokteran di Harvard, yang menunjukkan bahwa lupa terjadi jika kita diberikan gangguan pada kedua malam sebelum penelitian dilakukan.
  3. be a teacher : berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh psikolog kognitif Helga Noice dari Universitas Indiana States, seseorang yang berimajinasi menjelaskan dan mengubah materi pada orang lain, ia akan belajar untuk mempertahankan lebih banyak informasi. bayangkanlah jika anda sedang menjelaskan suatu konsep detil pada seorang teman.
  4. allocate celebrity name doubles : kita dapat mengingat dengan baik wajah seseorang daripada nama dari orang tersebut. disarankan untuk mengaitkan nama orang yang baru kita kenal dengan selebritis yang namanya hampir sama dengannya. dikarenakan kita lebih baik dalam mengingat wajah seseorang, wajah dari orang yang terkenal akan muncul ketika bertemu dengan orang itu kembali dan akan memberikan petunjuk siapa namanya.(Psychologies magazine, edisi Januari 2010).
SELAMAT MENCOBA!!! ^^

Anak Bermain Harus Diawasi ???!!!


Daniel Yohanes, 4, tewas setelah jatuh dari lantai 4 Rumah Susun Petamburan, Jakarta Pusat. Bocah laki-laki itu jatuh diduga akibat terdorong temannya saat bermain bersama. "Dari keterangan saksi-saksi, anak itu sedang nungging di pembatas, lalu terdorong teman-temannya yang sedang bermain bersama," kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin Ajiamin, kepada VIVAnews, Minggu, 3 Januari 2009.” (http://metro.vivanews.com/news/read/118022-bocah_itu_terdorong_saat_bermain).

Berita tersebut yang hari ini disiarkan di berbagai stasiun televisi Indonesia mengingatkan pada beberapa peristiwa serupa sebelumnya. Seperti, beberapa hari yang lalu, ada anak yang meninggal karena menirukan aksi tarzan yang bergelayutan pada seutas tali di pohon, pohon tersebut berada di samping sebuah kolam yang cukup dalam untuk anak seusianya. Ia tenggelam karena tidak dapat berenang dan teman-temannya pun tidak dapat menolong karena alasan yang sama. Kemudian, kembali pada ingatan beberapa bulan atau tahun yang lalu, ada seorang anak yang meninggal pada saat bermain bersama dengan adik-adiknya. Anak itu menirukan adegan di televisi, ia menggantungkan diri dengan tali pada kayu di atap rumahnya.

Penyesalan yang mendalam akan dirasakan setiap orangtua jika anaknya mengalami peristiwa tersebut. Hal ini dapat dihindari dengan pengawasan dari orangtua dan orang dewasa yang berada di dekat sang anak. Kematian memang kehendak Allah yang tidak dapat dicegah datangnya. Akan tetapi, penyebab kematian anak karena kecelakaan seharusnya dapat dicegah

Perlu diketahui bahwa anak usia 4-7 tahun masih berada dalam subtahap intuitif dalam tahap preoperasional pada tahap perkembangan kognitif Piaget. Pada subtahap ini, anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu jawaban atas semua bentuk pertanyaan. Piaget menyebutnya sebagai tahap intuitif karena anak begitu yakin tentang pengetahuan dan pemahaman mereka. Akan tetapi, belum begitu sadar bagaimana mereka tahu apa yang mereka ketahui itu. Maksudnya, mereka mengatakan mengetahui sesuatu tetapi mengetahuinya tanpa menggunakan pemikiran rasional.

Anak berusia 4 tahun mulai mengembangkan gagasannya sendiri tentang dunia dimana ia tinggal. Akan tetapi, gagasannya masih sederhana dan ia tidak begitu baik berpikir tentang sesuatu. Ia mengalami kesulitan memahami peristiwa-peristiwa yang ia tahu terjadi tetapi tidak dapat dilihat. Pemikiran fantasinya mengandung sedikit kemiripan dengan realitas. Ia belum dapat menjawab pertanyaan, “bagaimana kalau? Dengan cara yang bisa diandalkan. Misalnya, ia hanya memiliki gagasan yang samar-samar tentang apa yang terjadi jika mobil menabraknya. Ia juga mengalami kesulitan memahami lalu lintas, karena ia tidak dapat melakukan perhitungan mental yang penting untuk memperkirakan apakah mobil yang mendekat itu akan menabraknya bila ia menyebrang jalan (Goodman dalam Sandtrock, 1995).

Bermain adalah sesuatu yang sering dilakukan oleh anak-anak. Bahkan, bagi mereka tiada hari tanpa bermain. Akan tetapi, dalam proses bermain sendiri terdapat sesuatu yang mengancam keselamatan anak. Keterbatasan pemikiran anak itu sendiri yang membahayakannya. Anak memiliki keingintahuan yang besar tanpa tahu akibat dari apa yang dilakukannya. Anak adalah titipan dari Allah yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kita sebagai kakak, tante, om, orangtua ataupun tetangga, sebaiknya mengawasi jika seorang anak sedang bermain.

Rabu, 30 Desember 2009

Can Blushing Make You More Likeable ?

You’ve been caught out saying something stupid and start to feel the heat rise up through your face. Although you can’t see your crimson cheeks, you know everyone else can. An experiment by Dutch Psychologist, Corine Dijk recently confirmed what we all fear – that if we start thinking about it, we blush all the more. But the very fact that blushing is not under our voluntary control is actually what makes it a useful social asset.


Blushing is something of an evolutionary mystery. Charles Darwin was fascinated by it, even writing to doctors he knew to ask them how far down the body their female patients blushed while being examined. There’s no conclusive evidence as to why we blush, but most psychologist n biologist agree that this uniquely human response is all about communication. We don’t begin to blush until about the age of two and a half, as we develop an awareness of the people around us. It reaches a peak during our teens, unfortunately the same time as our friends are most likely to draw attention to it. As we get older we gradually blush a little less.


Red Alert

Although the knowledge that we are blushing is never pleasant, we are usually the last to realize our face is red. In an experiment, where people asked to watch a video of themselves singing (in front of a group, enough to make anyone blush), their face went red before their skin temperature rose. So by the time, you’re aware that you’re blushing, other people have already noticed. The good news is that Dijk has also found that we actually have a preference for people who go red. Dijk showed volunteers a series of photos of women who were either blushing or not, along with a tale of their recent wrongdoing. When asked to speculate on the women’s personalities, people tended to rate the blushing women as more trustworthy and likeable.


Form of Communication

This hints at he evolutionary purpose of blushing. To co-operate with people, you need to know who to trust. If you’ve lost your watch, who would you want to find it? The ideal person is someone who would feel too embarrassed to face you if they kept it. It’s he perfect form of communication because it can’t be faked.


There’s even evidence that suggests we find a bit of redness attractive. In a 2009 study, Ian Stephen from St.Andrews University gave people photos to adjust where he had previously altered the skin tone, so that some were very red, others more bluish. Although people toned down the very red faces, they added far more red to the palest faces.

Of course, for a minority people, blushing is a serious problem. But the next time you feel your face blush, remember that people aren’t likely to hold it against you. In fact, you have just shown them what a nice, sensitive and attractive human being you are. (Psychologies magazine, 2009)